• default style
  • blue style
  • green style
  • red style
  • orange style
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
Print

Pengamat Hukum Ingin Pengganti Sekwan DPRD Balikpapan Berkarakter Petarung

Written by Super User. Posted in Informasi

 Pengamat Hukum Ingin Pengganti Sekwan DPRD Balikpapan Berkarakter Petarung

Pengamat Hukum dari Universitas Balikpapan (Uniba), Piatur Pangaribuan, angkat bicara mengenai mundurnya Sekretaris Dewan (Sekwan) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan, yang dianggap hal yang wajar layaknya pejabat negara di negeri matahari terbit, Jepang.

 

Dia menyatakan, mundurnya Purnomo dari kursi Sekwan DPRD menandakan adanya permasalahan yang akhirnya membuat dirinya mengundurkan diri merasa tidak mampu menjalankan tugas tanggung jawabnya di Sekwan.

 

“Lebih baik dia mundur saat ada permasalahan yang tidak bisa dia lakukan, seperti pejabat di Jepang. Saya menilai pasti ada hal-hal yang janggal hingga membuat dia mundur dari jabatan,” ujarnya kepada Tribunkaltim melalui sambungan telepon selulernya pada Kamis (24/5/2018) siang.

Saat ditanya sejumlah media massa, Purnomo hanya mengaku mundur dari jabatan dengan alasan untuk kepentingan organisasi.

 

Menurut Piatur ini bahasa yang disampaikan untuk ke publik namun pada kenyataannya pasti Purnomo memiliki bentrokan batin yang tidak bisa dilakukan.

Ada hal janggal di lingkungan DPRD, Purnomo merasa tidak mampu melampaui kewenangannya melakukan tugas sebagai sekwan yang bisa berpotensi dipermasalahkan di masa mendatang.

Pilihan tepat yang diambil Purnomo dengan melakukan undur diri dari sekwan.

Namun, kata Piatur, sangat menyayangkan langkah Purnomo yang hanya mengambil jalan mundur dari jabatan tanpa ada tindakan yang berani melakukan pelaporan ke pihak-pihak berwajib.

Dia pun secara pribadi sampai sejauh ini tidak tahu persis mengenai isu yang berhembus adanya persengkongkolan soal anggaran di tubuh DPRD Balikpapan.

 

Piatur merasa aneh, Sekwan mengundurkan diri tanpa ada alasan yang konkret, kemungkinan ada persoalan di internal.

Seandainya memang benar ada persekongkolan yang melanggar aturan sebaiknya Purnomo harus tetap berani melawan, tidak perlu mundur dari jabatan.

“Kalau merasa ada yang janggal lapor saja. Lawan saja. Berani jujur itu hebat. Bicara apa adanya. Tidak perlu takut, nanti bisa meminta perlindungan ke polisi atau Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban,” tegasnya.

 

Karena itu, Piatur sangat berharap, nanti saat pemerintah kota menentukan sekwan yang baru, harus dicari orang yang berkarakter kuat, berani melawan ketidakberesan.

“Pilih orang-orang yang benar petarung. Mau berbuat dan berbicara apa adanya situasi di dewan. Kami juga mendorong kepada orang-orang yang mau bekerja sesuai aturan, yang bekerja sesuai etika moral,” tuturnya.

Lagi pula, seandainya DPRD Balikpapan ditempati orang-orang yang bekerja baik pastinya yang menjadi harum namanya ialah lembaga DPRD itu sendiri, baik personel anggota dewan maupun pegawai di sekretariatnya.

Dia berharap, seandainya lembaga DPRD Balikpapan itu bersih, bekerja sesuai aturan dan pro rakyat, pastinya semua yang pernah bertugas menjalankan amanah di lembaga wakil rakyat itu akan hidup tenang sampai akhir ajalnya.

“Saya memberi masukan karena cinta sama semua anggota dewan dan pegawai sekretariatnya supaya ke depan tidak ada persoalan hukum. Jangan sampai nanti di masa tua ada aparat penegak hukum mengetup pintu rumahnya untuk mengusut kasus bermasalah. Ini yang saya tidak harapkan,” tegas Piatur.

Sebelumnya, beberapa hari yang lalu, Ketua DPRD Balikpapan, Abdullah, menyatakan, pemerintah kota harus segera mencari sosok pengganti Purnomo, untuk segera mengisi kursi sekwan.

Pengunduran diri Purnomo patut dihargai tidak perlu dipaksakan untuk tetap menjabat sekwan.

 

Kata Abdullah, beban tanggung jawab besar yang harus dituntaskan oleh DPRD Balikpapan masih banyak, namun adanya pengunduran diri dari beberapa pegawai yang ada ini jelas akan mengganggu keseimbangan kinerja.

“Mereka mundur di dewan jelas terganggu. Artinya kekurangan pemain, ada kepincangan, bisa membuat tidak seimbang pekerjaan di dewan,” tegas Abdullah yang lahir pada 16 Oktober 1964 ini.

Lagi pula seandainya nanti kinerja di DPRD terganggu pastinya juga akan berpengaruh bagi elemen eksekutif, dalam hal ini sekretariat pemerintah kota Balikpapan.

 

“Di dewan terganggu, tentu saja segala kegiatan di Pemkot juga akan ikut terganggu. Seperti saat nanti akan membahas soal anggaran. Kan ada saling keterkaitan satu sama lain,” ujar Abdullah.

Empat orang yang mengundurkan diri tersebut bukan mundur sebagai pegawai negeri sipil namun ingin berhenti bertugas di sekretariat dewan, yang sekarang ini masih banyak pekerjaan rumah yang belum dituntaskan.

Melihat kondisi yang memprihatinkan tersebut, Abdullah mengimbau kepada unsur eksekutif melalui pejabat pelaksana tugas Walikota Balikpapan, untuk segera mengambil keputusan, mencari solusi tepat dengan menempatkan pengganti yang baru, yang dianggap mumpuni mengemban tugas-tugas di sekretariat DPRD Balikpapan.

“Kami mohon Plt Walikota segera buat keputusan tempatkan orang yang baru saja. Kami minta segera ditunjuk pelaksana harian, semacam Plt, yang menggantikan orang yang mundur,” kata pria beranak lima ini.

Secara tegas Abdullah menyatakan, mundurnya Purnomo dari kursi Sekwan DPRD Balikpapan bukan karena persoalan pelik seperti adanya konflik di internal lembaga DPRD.

Mundur juga bukan karena adanya tekanan dari pihak internal dewan.

Menurut dia, mundurnya Purnomo dari jabatan Sekwan DPRD tidak terlepas dari kesibukan dirinya dalam mengarungi dunia pendidikan kepemimpinan yang mengakibatkan Purnomo tidak fokus, susah berkonsentrasi dalam menjalankan karir di sekretariat dewan.

“Sibuk ikut Sespim (sekolah pimpinan nasional) membuat dirinya jadi seperti tidak maksimal di dewan. Kesibukannya yang padat di sekolah membuat dirinya tidak maksimal mengurus sekretariat dewan,” tegas Abdullah, yang memiliki kumis tebal ini. (*)



Artikel ini telah tayang di tribunkaltim.co dengan judul Pengamat Hukum Ingin Pengganti Sekwan DPRD Balikpapan Berkarakter Petarung, http://kaltim.tribunnews.com/2018/05/24/pengamat-hukum-ingin-pengganti-sekwan-dprd-balikpapan-berkarakter-petarung?page=3.
Penulis: Budi Susilo
Editor: Trinilo Umardini