• default style
  • blue style
  • green style
  • red style
  • orange style
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
Print

Mantan Pimpinan KPK Sambangi Universitas Balikpapan

Written by Super User. Posted in Informasi

Setelah resmi memperoleh akreditasi B dari BAN-PT sebagai satu-satunya Magister Ilmu Hukum di Kalimantan Timur dan Utara yang memperoleh nilai B tersebut ternyata tidak membuat pengelola Pascasarjana Universitas Balikpapan berpuas diri, Kegiatan-kegiatan ilmiah atau diskusi yang menghadirkan pembicara skala nasional tetap rutin dilakukan. Baru-baru ini Pascasarjana bersama Tranparency Indonesia dan STABIL menghadirkan mantan Pimpinan KPK Jilid 3 Bambang Widjojanto dalam sebuah diskusi menyikapi rencana DPR untuk melakukan perubahan Undang-undang yang terkait dengan KPK. Selain Bambang, sebagai pembicara dalam kegiatan tersebut ialah Piatur Pangaribuan yang tak lain adalah Direktur Pascasarjana Universitas Balikpapan, Dadang Trisasongkoyang merupakan Sekretaris Jenderal Tranparency Indonesia (TI), serta Tokoh Masyarakat Balikpapan yang juga ketua Dewan Pembina Yayasan Yapenti-DWK UNIBA Rendi S. Ismail dan Jufriansyah yang merupakan Direktur STABIL adapun dalam kegiatan ini dimoderatori oleh Heri Sunaryo.

 

Orang nomor satu di Kota minyak juga turut hadir dalam kegiatan ini, Rizal Efendi dalam sambutannya menyambut baik terlaksananya kegiatan ini, Rizal menyampaikan perlunya upaya bersama semua pihak untuk mendukung proses pemberantasan korupsi yang merupakan salah satu utama masalah bangsa ini. Dihadapan dosen dan ratusan mahasiswa Universitas Balikpapan Rizal menyampaikan dan menghimbau agar setiap elemen masyarakat menjauihi praktek-praktek korupsi baik sebagai pemberi maupun penerima suap, setelah itu Rizal pamit untuk meninggalkan forum lebih dahulu karna ada kegiatan ditempat lain.

Kegiatan yang semula dijadwalkan selesai pukul 12 siang ini terpaksa di undur hingga pukul 02 siang lebih karena animo peserta yang hadir untuk menyampaikan pertanyaan maupun pendapatnya kepada para pembicara cukup beragam. Bambang sendiri menyampaikan bahwa KPK tanpa dukungan masyarakat Indonesia bukanlah apa-apa, mengingat beberapa peristiwa yang pernah terjadi di KPK seperti misalnya “Cicak VS Buaya” yang terjadi hampir dalam setiap periode Pimpinan KPK dalam diselesaikan karna besarnya dukungan masyarakat.

Piatur sendiri, lebih banyak menyinggung masalah pemberantasan Korupsi di Kalimantan Timur yang menurutnya masih lebih harus dikaji lagi mengingat masih banyaknya potensi-potensi Korupsi yang ada, ujar calon pimpinan KPK yang lolos hingga seleksi tahap dua pada Pemilihan calon Pimpinan KPK tahun 2015 ini yang juga merupakan Calon Rektor Universitas Balikpapan. Piatur sendiri bukan orang yang baru dalam dunia pemberantasan Korupsi, selain pernah menjadi calon Pimpinan KPK, Piatur juga pernah menyuarakan potensi kasus korupsi yang ada di Kaltim. Salah satu yang cukup fenomenal ialah penerbitan sertifikat di atas laut Balikpapan yang membuat gempar public Balikpapan saat itu. Kegiatan ini sendiri ditutup dengan kesepakatan bersama perserta diskusi yang hadir tentang revisi Undang-undang KPK yang dianggap akan melemahkan KPK secara Institusi dan revisi tersebut harus di tolak.