• default style
  • blue style
  • green style
  • red style
  • orange style
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
Print

PT. Advantage Pilih Jalur Mediasi

Written by Super User. Posted in Informasi

BALIKPAPAN- Kasus hukum penyekapan dua karyawan, Johan David Nugraha (21) dan Andri (21) yang dilakukan oleh pihakPT. Advantage terkait  kasus pembobolan Anjungan Tunai Mandiri (ATM) milik Bank     Mandiri yang berlokasi di depan kantor Telkom Jl. A Yani Gunung Sari, Balikpapan sekira Rp  400 Juta, pada Sabtu (27/4) dini hari lalu,  kini mulai ada titik terang. Pihak PT. Advantage melalui kuasa hukumnya telah melakukan upaya jalur perdamaian. “Saya kira kasus ini hanya salah paham saja dan seharusnya selesai pada jalur mediasi, tidak perlu masuk pada ranah hukum,” tutur Kuasa hukum PT. Advantage B. Saragi saat bertandang di Kantor Lembaga Bantuan Hukum Universitas Balikpapan (LBH UNIBA), kemarin (14/5). Dia juga mengungkapkan bahwa pihaknya (PT. Advantage) Red) akan membayar semua kerugian yang dialami korban baik materil maupun immateril.”Kami akan berikan hak-haknya seperti gaji dan pemulihan nama baik,” tukasnya.

   

Niat baik dari pihak PT. Advantage direspon positif oleh LBH UNIBA selaku kuasa hukum korban yang dipimpin oleh Piatur Pangaribuan didampingi oleh Hari Dermanto selaku pengacara publik. “Kami apresiasi keputusan untuk damai dari pihak PT. Advantage, kita tunggu implementasinya mengenai pemenuhan hak-hak bagi klien kami,” tutur Hari akrab disapa. Hari juga menjelaskan bahwa pelaporan tindak pidana penyekapan yang dilakukan oleh PT. Advantage sudah dilaporkan ke pihak Kepolisian kemarin. Artinya upaya hukum akan terus berlanjut namun tidak menggugurkan upaya mediasi yang akan berjalan.

    “Kita lihat nanti ketika memang hak-hak klien kami sudah dipenuhi, mungkin kami akan cabut laporan pidananya,” tegasnya.  Untuk diketahui bahwa kasus ini bermula dari dua karyawan yang disekap oleh PT. Advantage, di mana pada saat kejadian pembobolan ATM, kedua pekerja tersebut sedang bertugas mengisi mesin ATM. Kedua karyawan PT. Advantek tersebut adalah Johan David Nugraha dan Andri yang bertugas sebagai penanggungjawab kunci. Johan dan Andri disekap karena dituduh oleh PT. Advantage sebagai pelaku pembobolan dengan kerugian senilai Rp. 400 J

uta. Penyekapan dua karyawan tersebut sudah terjadi selama lima hari sejak mereka pulang dari Mapolres Balikpapan untuk dimintai keterangan.” Saya tidak tahu menahu terkait hilangnya uang tersebut karena pada saat itu saya sudah berada di rumah untuk istirahat,” timpal Johan. (yud513)