• default style
  • blue style
  • green style
  • red style
  • orange style
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
Print

PASCASARJANA UNIVERSITAS BALIKPAPAN JAJAKI KERJASAMA DENGAN UNIVERSITAS LEIDEN BELANDA

Written by Super User. Posted in Informasi

 

 

Seteleh resmi memperoleh akreditasi B pada Program Studi Magister Ilmu Hukum yang dikeluarkan oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), Program Pascasarjana MIH Universitas Balikpapan tidak berpuas diri. Kerjasama internasional tetap dilakukan dan kali ini kerjasama dilakukan dengan Universitas Leiden Belanda. Adapun kerjasama yang dilakukan adalah Studi tentang Ombudsman Republik Indonesia dan Ombudsman Belanda. Penelitian ini sendiri dilakukan di tiga daerah di Indonesia yakni Medan, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Kota Balikpapan. Sebagai salah satu kota yang terpilih dilakukan Riset maka Program Pascasarjana MIH Universitas Balikpapan dipilih sebagai mitra Penelitian tersebut, adapun penelitiaan ini dilakukan oleh Rikardo Simamarmata (UGM), Mohamad Nasir (UNIBA) sebagai Peneliti Utama dan Wawan Sanjaya (UNIBA) sebagai Asisten Peneliti.

 

 

Penelitian kerjasama antara Universitas Leiden dan Universitas Balikpapan ini sendiri dilakukan sejak tahun 2014 hingga tahun 2015 dan pada awal tahun 2016 dilakukan Diseminasi hasil penelitian yang dilakukan di Universitas Balikpapan pada 20 Januari 2016 lalu dengan menghadirkan Leader Project Penelitian tersebut yakni Dr. Adriaan Bedner, dalam kegiatan tersebut Adriaan menjelaskan bahwa jumlah masyarakat di belanda yang membuat pengaduan di Ombudsman jauh lebih banyak daripada di Indonesia padahal jumlah pendudukan di Indonesia jauh lebih banyak daripada di Belanda hal ini menurutu Adriaan karena masyarakat di Belanda sudah dikenalkan Ombdudsman sudah sejak Pendidikan ditingkat dasar ujar Pria berkebangsaan Belanda yang sangat fasih berbahasa Indonesia ini.

 

 Didapuk sebagai  moderator dalam kegiatan tersebut adalah Dr. Piatur Pangaribuan yang tak lain adalah Direktur Program Pascasarjana Universitas Balikpapan, sedikit memberikan pendapat bahwa menurut Dr. Piatur keberadaan Ombudsman di Kalimantan Timur masih kurang dikenal karena masih dinilai tertutup dan kurang sosialisi. Kegiatan sendiri dihadiri puluhan undangan yang terdiri dari perwakilan pemerintah kota Balikpapan, Ombudsman Kaltim, LSM, Akademisi Universitas Balikpapan, dan Mahasiswa-mahasiswi Universitas Balikpapan. Menurut Dr. Piatur kegiatan kerjasama seperti ini akan terus dilanjutkan, dalam waktu dengan ini Dr. Piatur juga berencana melakukan kembali kegiatan penelitian bersama dengan Universitas Leiden.