• default style
  • blue style
  • green style
  • red style
  • orange style
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
Print

UNIBA MUHIBAH KE NUS SINGAPORE

Written by Super User. Posted in Informasi

Muhibah UNIBA ke Singapura merupakan rangkaian kegiatan kerjasama Uniba ke Thailand  maupun Nanyang University (NU) di Singapura. Nanyang University awal berdirinya tahun 1956-1980 dimana bahasa yang dipergunakan pada era ini bahasa pengantar

pengajaranya hanya mempergunakan bahasa Cina, dimana penduduk Singapura mayoritas 70% adalah berkebangsaan Cina, selanjutnya Nanyang University merger dan diubah menjadi bagian dari Universitas Nasional Singapura pada tahun 1980 hingga saat ini.

                Singapura merdeka pada tahun 1965 dan pada tahun 2013 ini penduduknya berjumlah 5,31 juta  (Kora n Xinhua, 29/1/2013) dan ada 4 bahasa resmi yang di pergunakan di Singapura yakni; bahasa Inggris sebagai bahasa utama, bahasa Melayu sebagai bahasa Nasional, bahasa Tionghoa Mandarin dan Aksara Tamil dan ada 10 agama yang diakui oleh pemerintah Singapura. Luas negara Singapura seluas 697 km2 (Wikipedia, di unduh 30/3/2013) )  tetapi saat ini luas Singapura sudah berubah menjadi  700 km2 sangat kalah luasnya dengan Indonesia 1.990.250 km2 ( laut dan darat 5.193.250 km2). Penduduk Indonesia 241.452.952 (www.wikipedia). Nanyang University terfavorit kedua setelah National University of Singapura (NUS). NU menawarkan fakultas teknik, fakultas bisnis, dan fakultas sosial. Fakultas yang paling diminati adalah ilmu komputer di Nanyang University.

                Hal yang menjadi perhatian saya dari muhibah delegasi Uniba ke Singapura yang dapat saya bagikan ada 5 (lima) hal yakni; yang pertama listrik di Singapura tidak pernah mati karena memiliki sumber energi berupa "gas" yang ternyata di supply dari Indonesia, tepatnya dari Kalimantan Timur, Bontang, kemudian masyarakat Singapura tersebut mengatakan, "thank you for Indonesia" karena listrik kami terus menyala karena ada Indonesia. Wuih, rasanya hati ini seperti diremas-remas! Sementara kita di Kaltim secara khusus di Balikpapan sering mati lampu sampai-sampai Ombudmen Kalimantan mengancam akan memanggil PLN, setelah itu KPPU Balikpapan juga ikut-ikutan menyampaikan ancaman yang sama akan memanggil PLN tetapi hingga saat ini. Toh tetap aja lampu mati! Jadi seperti macan kertas yang ompong dan pemerintah Balikpapan pun santai-santai saja karena memang rumah para pejabat tidak pernah mati.  Sandiwara-sandiwara seperti di atas terus bergulir tanpa ada komitmen yang jelas untuk mengatasi listrik. Rakyat Singapura sangat sejahtera mengapa rakyat Indonesia tidak bisa sejahtera, sumber listiknya ada di rumah kita. Wahai para pejabat, dimana kah komitmen-mu pada saat dipilih engakau berjanji akan mensejahterakan rakyat, nyatanya…….!!!, faktanya lampu tetap mati, apa kamu mau menipu lagi dengan janjimu? sekitar bulan Juni 2013 kita akan melakukan pemilihan Gubernur, mari kita cari Gubernur yang pintar bekerja bukan hanya rapat dan retorika melulu, untuk mengatasi persoalan Kaltim yakni, penganguran membumbung tinggi akibat UMP terlalu tinggi, jalan rusak, kasus korupsi pejabat di kabupaten kota maupun gubernur. 

                Hal yang kedua yang mengelitik hatiku ketika masyarakat Singapura itu mengatakan lagi, "thank you for Indonesia", karena negara kami saat ini luasnya sekarang sudah menjadi 700 km2 dan 300 km2 di sumang dari tanah Indonesia, sakit hati lagi mendengarnya…..!!! karena memang tanah dan pasir  Indonesia yang dari Riau-lah yang dijual ke Singapura dan sekarang tanah urukan yang dari rumah kita itu sebagian dari yang 300 km itu sedang dalam proses pembangunan menjadi pusat bisnis di Singapura. Rakyat Singapura sejahtera sementara rakyat kita menderita. Menderita akibat kerusakan lingkungan berupa pencemaran karena pasir diuruk secara massive lalu dibawa ke Singapura.

                Hal ke tiga yang menjadi sumber inspirasi di Singapura, ada 10 agama di Singapura yang diakui dan tidak menjadi persoalan jika ada penambahan agama baru. Kesepuluh agama ini selalu akur. Konsepnya di Singapura hampir sama yang ada di Indonesia secara khusus di Balikpapan ada forum komunikasi antar umat beragama (FKAUB). Pemerintah Singapura menghormati kesepuluh agama tersebut dengan cara pemerintah turun langsung menghias seluruh kota pada saat tiba perawaan hari-hari besar kesepuluh agama tersebut. Yang paling fundamental saya perhatikan, sejak dini anak-anak kecil sudah dibiasakan membaur dengan berbagai latarbelakang yang berbeda baik dari segi kebangsaan maupun dari segi agama.

                Hal yang ke empat adalah bahasa melayu di jadikan sebagai nasional, meski penduduk melayu sangat sedikit tetapi pemerintah tetap menghormati masyarakat melayu sebagi penduduk asli Singapura dan diberikan kemudahan dalam berusa dalam arti tetap mengikuti prosedur tetapi diutamakan dibanding masyarakat lain yang akan membuka usaha. Penduduk Singapura 70% Cina, dari segi pengetahuan dan ekonomi maupun politik, keturunan cina bisa saja berbuat semaunya tetapi sebagai bangsang yang beradab minimal dalam negara-nya sendiri tidak melakukanya dan menjaga keutuhan bangsanya sehingga menjadi solid dan kuat Singapura. Karena solid dan kuat kartel-kartel berkumpul di Singapura untuk menjual komiditas dari Negara kita, secara khusus dari Kaltim. Terbukti dari tanah dan gas bisa dikendalikan untuk kepentigan rakyat dan negara Singapura. Menghargai kaum minoritas layak kita tiru dan laksankan di negara kita tercinta.

                Hal yang ke lima dalam hal kebijakan ketenagakerjaan. Pemerintah Singapura mengutamakan tenaga kerja penduduk Singapura. Pemerintah Singapura akan memberikan kesempatan kerja kepada orang asing jika orang asing tersebut dapat memberikan dampak atau pengarus terhadap ekonomi Singapura. Kalo tidak ada pengarunya maka pekerjaan itu akan dikerjakan oleh penduduk Singapura Sendiri. Hal ini untuk menjamin kesejahtraan penduduk Singapura dan peredaran uang tetap berada di Singapura. Di Indonesia saat ini, kerjaan yang bisa dikerjakan oleh rakyat Indonesia tetapi diberikan kepada orang asing. Contoh konkrit saat ini di Kaltim, Pengelolaan, "BLOK MAHAKAM", hanya argumentasi tidak ada modal jadi harus di Perpanjang oleh UNOCAL. Kalo terus begini maka di Indonesia, Kaltim secara khusus tinggal kotoran dan hampas-nya saja dan kita rakyat Kaltim tidak Rela itu. Selain minyak juga ada seperti PT. KIDECO, pertahun laba bersih 2 triliun dan setiap tahun keuntungan terus meningkat, Indonesia dapat apa, pajaknya aja. Sisanya dibawa ke Korea, hampasnya-lah tinggal di Kaltim. Kalo rakyat Indonesia yang bekerja, maka seluruh uang itu akan ada di Indonesia dan memperkuat ketahanan ekonomi Indonesia.