• default style
  • blue style
  • green style
  • red style
  • orange style
  • 001.jpg
  • 002.jpg
  • 003.jpg
  • 004.jpg
  • 005.jpg
  • 006.jpg
  • 007.jpg
  • 008.jpg
  • 009.jpg
  • 10.jpg
  • 11.jpg
  • 12.jpg
  • 13.jpg
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Beranda

Print

Written by Super User.

PERTEMUAN  GRIFFITH UNIVERSITY  dan UNIVERSITAS BALIKPAPAN

Hari ini Kamis 15 Oktober 2016,  Universitas Balikpapan menerima kunjungan Griffith University Queensland Australia,  yang saat ini bekerjasama dengan  ELC Education Balikpapan sebagai  Mitra di Balikpapan. Dalam kunjungan yang berlangsung sekitar 2 jam, Lucinda Chappell  Regional Director Southeast Asia & the Pacific mempresentasikan  profile Griffith University  dengan mewarkan kesempatan untuk study lanjut di Australia dengan menawarkan beberapa program study S1,S2dan S3, Termasuk progam beasiswa. 

Print

Written by piatur.

BALIKPAPAN  -  Direktur Pacasarjana Universitas Balikpapan Piatur Pangaribuan memberikan apresiasi atas pelaksanaan forum Focus Group Discussion (FGD), yang digelar DPRD Balikpapan di hotel Grand tiga Balikpapan, Kamis (21/7) pagi.

“Baru kali ini terjadi dalam sejarah pembahasan draft Rencangan Peraturan Daerah (Raperda) dibuka untuk publik, akhirnya terbongkar juga kekosongan-kekosongan dalam draft itu,” ujar Piatur-panggilan akrab Piatur Pangaribuan di sela FGD kemarin.

“Menurut saya paling tidak, pembuatan Raperdaitu Universitas luar harus menggandeng Universitas lokal karena mereka tidak tahu cerita. Begitu membuat Perda mungkin secara teoritis mereka paham tapi secara teknis mereka tidak tahu,” sambungnya.Sering kali, ia mengatakan, Pemkot dikalahkan dalam persidangan di Pengadilan.  Hal itu  salah satunya disebabkan adanya Perda yang dibuat tidak rapi.

Print

Written by piatur.

 Dimuat Dalam Kaltim Weekly, Edisi 100, 11-16 April 2016. 

 Nama Piatur Pangaribuan memang tak asing di Balikpapan. Terlebih ketika ia memberikan kritikan pedasnya terhadap kinerja instansi atau kebijakan pemerintah diberbagai media. Seringkali statement-nya membuat instansi terkait kebakaran jenggot.

DUA puluh lima tahun silam Piatur menginjakkan kakinya di Benua Etam. Samarinda menjad tempat pertamanya mengadu  nasib. Saat itu ia masih duduk di kelas 2 SMA. Berbekal "bondo nekad" ia pergi merantau mengadu nasib dari kampung halamannya di Sumatera Utara. “Lalu saya melanjutkan sekolah di sana (Samarinda, Red),” ucapnya Piatur saat ditemui Kaltim Weekly di ruang kerjanya, Gedung Pascasarjana Universitas Balikpapan, Kamis pekan lalu.

Mata Piatur terus menerawang jauh. Pikirannya mencoba mengingat step by step proses jenjang karier yang ia alami semasa hidupnya. Sesekali ia menggeser gelang emas yang melingkar di  tangan kirinya. Adanya gelang itu, bak menjadi simbol kesuksessannya kini. Pria berusia 43 tahun itu pun kembali bercerita kepada media ini. Kedua orangtua Piatur bukan orang yang kaya. Ayahnya hanya seorang petani dan ibunya sudah meninggal dunia pada waktu itu, 1991. Kendati demikian, piatur masih memiliki saudara kandung yang selalu siap membantunya.

Lulus SMA, Piatur lalu melanjutkan kuliah di Politeknik Negeri Samarinda. Berkat bantuan kakaknya tersebut ia mampu lulus D-3 jurusan akuntansi di perguruan tinggi negeri itu. “Sebenarnya lulus SMA itu, dapat PMDK di Universitas Lambung Mangkurat (Unlam). Karena engga ada duit jadi ambil akuntansi di Samarinda dulu,” jelasnya.  Setelah itu, ia sempat menjadi kepala gudang di salah satu toko elektronik di Kota Tepian itu. Setahun mengumpulkan modal, Piatur lalu menempuh S-1 Ilmu Hukum di Universitas Abdurachman Saleh Situbondo pada 1998. “Setahun kemudian, saya memilih untuk menetap di Balikpapan. Karena kebetulan saya juga bekerja sebagai supervisor export-impor dan asisten Tax Corporate di PT Eka Dharma Jaya Sakti,” kata pria yang hobi membaca dan menulis ini.

More Articles...

Kata sambutan

    Dr.Piatur Pangaribuan A.Md.SH.,MH

Pernyataan "penyakit lupa" atau "kalimat saya belum terima laporanya" sering kita dengar ketika oknum para pejabat sedang dimintai pertanggungjawabanya baik di dalam ruang persidangan (litigasi) ataupun di luar persidangan (non-litigasi), sehingga masyarakat hukum yang mendengar ini akan bertanya, "apakah para pejabat yang ditanyai tidak tau, atau pura-pura tidak tau dan penyakit lupa inilah yang sering mencuat.

Pengunjung

2214565
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
85
164
710
2212984
2552
5527
2214565

Your IP: 54.166.133.84

Berita

Kompetisi Moot Cour...


Read More...

APBD Kabupaten, Kota...

Menurut Simmons, bahwa anggaran negara memiliki tiga fungsi yakni; 1) fungsi hukum tata negara atau yang disebut (staatsrechtelijke functie), dipergunakan sebagai alat otorisasi   dan alat memilih (keuzefunctie) sejumlah alternatif (kepentingan dan anggaran); 2) fungsi teknis pengurusan/mikro-ekonomis yang disebut dengan de beheerstechnische functie ; digunakan sebagai dasar kepengurusan secara tertib dan...


Read More...

BEDAH BUKU AUDIT INV...

Pascasarjana Universitas Balikpapanmenyelenggarakan acara bedah buku : Audit Investigatif, Badan Periksaan Keuangan Anggaran dan pendapatan Belanja Daerah, merupakan disertasi Direktur Pascasarjana Uniba, Dr. Piatur Pangaribuan, A. Md, SH.,MH untuk meraih gelar doctor di Untag Surabaya. Dr. H. Suhartono, Rektor Uniba dalam sambutannya mengatakan bahwa disertasi itu mendapatkan predikat cumlaude untuk...


Read More...

Dapatkan Buku Audit Investigatif BPK

Buku tersedia di Pascasarjana Universitas Balikpapan dan di toko buku